Resensi Buku, Katak
Keluar Tempurung
22 Cerita yang
menghidupkan Keseharian Anda
Judul Buku :
Katak Keluar Tempurung
22 Cerita yang Menghidupkan Keseharian Anda
Penulis :
Beny Sudarmaji
Penerbit :
Ufuk Press
Tempat Terbit :
Jakarta Selatan
Tahun Terbit :
2012
Cetakan ke :
I
Tebal Buku :
vii + 182 Halaman
Tata Letak Sampul : Ufukreatif Desain
Ilustrasi : Pristianto
Pewajah Isi : Ufukreatif Desain
Pemeriksa Aksara : Andikita Togar
“Jika ingin
berubah, kita harus berusaha keluar dari keadaan sebelumnya. Di luar sana,
begitu banyak yang lajunya jauh lebih kencang lagi untuk mendapatkan
impiannya.”
“Proses hidup
juga demikian, bukan? Setiap kita ada perbedaan cara mencapai sesuatu, kita
sering memiliki cara yang berbeda untuk tujuan yang sama. Tetapi yang pasti ada
suatu putaran yang berulang dalam hidup. Waktu terus berjalan, dan jangan
sampai tertinggal disatu waktu tertentu.”
“Sangat penting
untuk membuat pilihan. Lebih penting lagi yakin pada pilihan kita. Jika belum
yakin atau kurang yakin, sebaiknya tinggalkan saja!”
“Jika ingin
didengarkan, dengarkanlah orang lain.”
“Dan lagi-lagi,
yang menentukan proses perbaikan diri adalah kita sendiri.”
Itulah beberapa
jurus katak yang luar biasa! Dan masih terdapat jurus luar biasa lainnya. Buku ini
memberikan metafora dengan tokoh utama Katak, dengan tujuan penyampaian pesan
motivasi yang inspiratif untuk kita semua. Penokohan Katak pada buku ini
dipilih karena keunikannya. Katak yang sering dijadikan tokoh BURUK RUPA, meski
dia pangeran, justru membuat dirinya makin berwibawa. Keunggulan yang dimiliki
katak dalam hal melompat dan berenang adalah hal yang khusus. Kemampuan hidup
di dua alam berbeda menjadikannya makhluk Tuhan yang justru sangat layak
diambil hikmahnya.
Cerita motivasi
yang disampaikan di buku ini mudah dinikmati dan membawa saya merenungi makna
yang tersirat dalam cerita tersebut. tokoh-tokoh dalam buku ini fiktif, namun
jelas menggambarkan apa yang selalu dialami manusia sehari-hari. Dari cerita
dengan kondisi fisik normal hingga berkebutuhan khusus, bagaimana menjadi
pemimpin, sikap orangtua terhadap anak, guru terhadap murid, kerja sama tim,
dan berbagai kondisi lain yang sangat kontras dengan kehidupan manusia
sehari-hari, semua tergambar dalam kisah-kisah motivasi ini.
Ada 22 cerita Katak
yang tertulis, dimana masing-masing cerita yang hadir disini memiliki nilai
unik dan pesan universal, dikemas dengan penuturan yang sangat memotivasi.
Cerita favorit saya, ada di Katak Delapan Belas, Kuroca namanya. Ia mengajarkan
tentang “Bahagia itu sekarang, bukan menunggu sukses”, yaa... kuncinya ada dikeikhlasan.
Memang, terkadang keikhlasan terasa kurang nikmat. Kuroca contohnya. Begitu
luar biasa dia melakukan tugasnya sebagai penjaga kolam, membantu hewan-hewan
lain yang memerlukan pertolongan, selama hampir dua puluh empat jam setiap
hari. Namun, kata terima kasih sulit didapatkan, cercaan justru sering
diterima. Apapun yang terjadi, Kuroca tetap tersenyum, dan tak pernah membalas
cercaan hewan lain. Ikhlas adalah senjata utama Kuroca dalam pekerjaannya.
Alhasil, akibat dari keikhlasan Kuroca walau tak ia rasakan sendiri, berdampak
pada keluarga dan turun temurunnya yang mendapatkan tempat terhormat di hutan
karena pengabdian Kuroca hingga mempertaruhkan nyawanya dalam pengabdian.
Saya sangat menikmati
setiap lembarnya yang berisi cerita yang sarat pesan kehidupan. Setiap akhir
cerita diberikan pesan motivasi, hal yang berguna selain sebagai kesimpulan
ringkas juga pengingat efek motivasinya. Juga ditambahkan praktik dan tips
untuk menyelesaikan berbagai masalah keseharian, terutama kaitannya dengan sisi
psikologis. Dan akan lebih menarik apabila gambar yang terdapat didalam buku
adalah berwarna (hehe seperti buku-buku dongeng itu lho). Katak yang
mengagumkan. Katak ini wajib dibaca karena akan membuka pikiran kita, pikiran
yang terus dipikir berulang-ulang, tanpa mencari solusinya. Mengira tak ada
solusi dalam tiap masalah, padahal tiap penyakit pasti ada obatnya, meski
terkadang butuh waktu untuk menyembuhkannya.
"Berhati-hatilah dengan kenyamanan. Terkadang inilah awal penjara potensi diri dan awal ketidakpedulian dengan keadaan sekitar."
Sudah saatnya kita keluar dari TEMPURUNG keterbatasan diri.
Pecinta miniatur
katak, tapi tidak untuk yang aslinya, hehe...