Kamis, 04 Juni 2015

Tak lagi Katak dalam Tempurung. Sekarang mah, Katak Keluar Tempurung

Resensi Buku, Katak Keluar Tempurung
22 Cerita yang menghidupkan Keseharian Anda
Judul Buku                  : Katak Keluar Tempurung
                                      22 Cerita yang Menghidupkan Keseharian Anda
Penulis                         : Beny Sudarmaji
Penerbit                       : Ufuk Press
Tempat Terbit              : Jakarta Selatan
Tahun Terbit                : 2012
Cetakan ke                  : I
Tebal Buku                  : vii + 182 Halaman
Tata Letak Sampul      : Ufukreatif Desain
Ilustrasi                       : Pristianto
Pewajah Isi                  : Ufukreatif Desain
Pemeriksa Aksara        : Andikita Togar

“Jika ingin berubah, kita harus berusaha keluar dari keadaan sebelumnya. Di luar sana, begitu banyak yang lajunya jauh lebih kencang lagi untuk mendapatkan impiannya.”
“Proses hidup juga demikian, bukan? Setiap kita ada perbedaan cara mencapai sesuatu, kita sering memiliki cara yang berbeda untuk tujuan yang sama. Tetapi yang pasti ada suatu putaran yang berulang dalam hidup. Waktu terus berjalan, dan jangan sampai tertinggal disatu waktu tertentu.”
“Sangat penting untuk membuat pilihan. Lebih penting lagi yakin pada pilihan kita. Jika belum yakin atau kurang yakin, sebaiknya tinggalkan saja!”
“Jika ingin didengarkan, dengarkanlah orang lain.”
“Dan lagi-lagi, yang menentukan proses perbaikan diri adalah kita sendiri.”

Itulah beberapa jurus katak yang luar biasa! Dan masih terdapat jurus luar biasa lainnya. Buku ini memberikan metafora dengan tokoh utama Katak, dengan tujuan penyampaian pesan motivasi yang inspiratif untuk kita semua. Penokohan Katak pada buku ini dipilih karena keunikannya. Katak yang sering dijadikan tokoh BURUK RUPA, meski dia pangeran, justru membuat dirinya makin berwibawa. Keunggulan yang dimiliki katak dalam hal melompat dan berenang adalah hal yang khusus. Kemampuan hidup di dua alam berbeda menjadikannya makhluk Tuhan yang justru sangat layak diambil hikmahnya.
Cerita motivasi yang disampaikan di buku ini mudah dinikmati dan membawa saya merenungi makna yang tersirat dalam cerita tersebut. tokoh-tokoh dalam buku ini fiktif, namun jelas menggambarkan apa yang selalu dialami manusia sehari-hari. Dari cerita dengan kondisi fisik normal hingga berkebutuhan khusus, bagaimana menjadi pemimpin, sikap orangtua terhadap anak, guru terhadap murid, kerja sama tim, dan berbagai kondisi lain yang sangat kontras dengan kehidupan manusia sehari-hari, semua tergambar dalam kisah-kisah motivasi ini.
Ada 22 cerita Katak yang tertulis, dimana masing-masing cerita yang hadir disini memiliki nilai unik dan pesan universal, dikemas dengan penuturan yang sangat memotivasi. Cerita favorit saya, ada di Katak Delapan Belas, Kuroca namanya. Ia mengajarkan tentang “Bahagia itu sekarang, bukan menunggu sukses”, yaa... kuncinya ada dikeikhlasan. Memang, terkadang keikhlasan terasa kurang nikmat. Kuroca contohnya. Begitu luar biasa dia melakukan tugasnya sebagai penjaga kolam, membantu hewan-hewan lain yang memerlukan pertolongan, selama hampir dua puluh empat jam setiap hari. Namun, kata terima kasih sulit didapatkan, cercaan justru sering diterima. Apapun yang terjadi, Kuroca tetap tersenyum, dan tak pernah membalas cercaan hewan lain. Ikhlas adalah senjata utama Kuroca dalam pekerjaannya. Alhasil, akibat dari keikhlasan Kuroca walau tak ia rasakan sendiri, berdampak pada keluarga dan turun temurunnya yang mendapatkan tempat terhormat di hutan karena pengabdian Kuroca hingga mempertaruhkan nyawanya dalam pengabdian.
Saya sangat menikmati setiap lembarnya yang berisi cerita yang sarat pesan kehidupan. Setiap akhir cerita diberikan pesan motivasi, hal yang berguna selain sebagai kesimpulan ringkas juga pengingat efek motivasinya. Juga ditambahkan praktik dan tips untuk menyelesaikan berbagai masalah keseharian, terutama kaitannya dengan sisi psikologis. Dan akan lebih menarik apabila gambar yang terdapat didalam buku adalah berwarna (hehe seperti buku-buku dongeng itu lho). Katak yang mengagumkan. Katak ini wajib dibaca karena akan membuka pikiran kita, pikiran yang terus dipikir berulang-ulang, tanpa mencari solusinya. Mengira tak ada solusi dalam tiap masalah, padahal tiap penyakit pasti ada obatnya, meski terkadang butuh waktu untuk menyembuhkannya.
"Berhati-hatilah dengan kenyamanan. Terkadang inilah awal penjara potensi diri dan awal ketidakpedulian dengan keadaan sekitar."
Sudah saatnya kita keluar dari TEMPURUNG keterbatasan diri.

Pecinta miniatur katak, tapi tidak untuk yang aslinya, hehe...